Rabu, 06 Februari 2013

Silat Tradisional Minangkabau


Ilmu bela diri pencak silat,adalah  ilmu bela diri orang Melayu,Ilmu bela diri pencak silat pertama kali tercatat  dalam buku sastra baru pada abad ke XI.Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari  kerajaan Pariangan di kaki gunung Merapi telah mengembangkan silat Minangkabau  di samping bentuk kesenian-kesenian lainnya.Kemudian silat Minangkabau ini menyebar  ke daerah-daerah lainnya melalui migrasi para perantau


Seni bela diri silat Minangkabau ini mencapai puncak kejayaannya    pada zaman kerajaan Majapahit pada aabd ke XVI.Kerajaan Majapahit memamfaatkan    ilmu bela diri silat Minang sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah kekuasaannya

Pada saat itu Majapahit hampir menguasai seluruh nusantara kecuali    kerajaan Pasundan di jawa barat.

Sejak itu ilmu bela diri silat Minang mulai dipelajari orang    baik itu di Jawa sampai ke Malaysia.

Sedangkan di Minangkabau sendiri pendekar pendekar minangkabau    juga mengembangkan silat itu sendiri dengan berbagai macam aliran,seperti silek    Tuo,silek Kumango,Silek Pauh dan sebagainya.

Pada prinsipnya gerakan silat Minang hampir sama semuanya,tetapi    dengan tampilnya beberapa macam motif gerakan menurut para pendekarnya atau    juga topografi daerahnya maka berkembang lagi silat Minang lainnya dengan nama-nama    silat yang rasanya agak unik, Yaitu silek randah,silek garis,silek buayo lalok,silek    bayang dan sebagainya.

Disamping itu silek Minang ini bukanlah semacam gerakan silat    biasa.Para pendekar minang disamping kelihaian bermain silat biasanya juga disertai    dengan ilmu kebathinan

Ada silatnya yang disertai dengan ilmu gayung.Ilmu yang dapat    membuat musuh lemas tidak berdaya jika terkena pukulannya.

Melihat perkembangan silat Minang saat ini,yang semakin hari    semakin tidak nampak lagi sasaran tempat latihannya.Makin lama generasi Minangkabau    ini tentu tidak lagi menguasai ilmu bela diri warisan nenek moyangnya.

Kepada para pndekar Minang yang menguasai ilmu silat Minang    ini kalau dapat hendaknya mau untuk menurunkannya kepada generasi penerus agar    silat yang pernah dipakai oleh kerajaan besar seperti majapahit ini tidak hilang    di negeri asalnya Minangkabau.

[I]Sumber  : http://www.wahana-budaya-indonesia.com[/I]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar