Rabu, 06 Februari 2013

BAHASA MINANGKABAU


BAHASA MINANGKABAUMasyarakat Sumatera Barat mempunyai bahasa daerah yang dikenal dengan Bahasa Minangkabau. Memiliki sepuluh dialek yang berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya. Tidak ada perbedaan yang mendasar antara bahasa Minangkabau dengan Bahasa Indonesia baik dalam bentuk maupun tatabahasanya. Perbedaan yang terjadi hanya pada ejaan terutama dalam pemakaian Vowel.
Vowel a dan e dalam Bahasa Indonesia menjadi "o" dalam Bahasa Minangkabau.
Apa menjadi "
Apo".
Mana menjadi "Mano"
Petang menjadi "Patang"
Senja menjadi "Sanjo"
Tua menjadi "Tuo"
Penutur Bahasa Minang kadangkala menghilangkan suku kata diakhir sebuah kata. Misalnya:
Kemana menjadi "Kamano" dan diucapkan "kama"
Mengapa jadi "Mangapo" dan diucapkan "Manga"
Berapa jadi "Barapo" dan diucapkan "Bara"
Bagaimana jadi "Bagaimano" dan diucapkan "Baa"
Lihat contoh kalimat dibawah ini:
Apakah yang akan kamu kerjakan?
Dalam Bahasa Minangkabau menjadi a tu nan ka karajo ang
atau apa sebabnya maka ia lari?
menjadi ba a mangko inyo lari?
Walaupun begitu, pada beberapa kata sambungan ada yang tidak dikenal akar silsilahnya seperti kata sambungan "jo", misalnya dalam kalimat jo a wa ang ka mari? (dengan apa kamu kemari?). Perkataan jo disini memiliki arti dengan. Ada juga pengertiannya yang lain pada kalimat berikut "itulah jannyo hambo" (itulah kata hamba).
Dalam kata-kata kiasan (pantun), prosa dan puisi Minangkabau, penggunaan kata "jo" memiliki pengertian yang sangat besar. Perhatikan pantun berikut:
Anak urang di sungai lasiah
Nak mudiak ka Batang Hari
Mandaki jalan babelok
Manurun ka
Bangka Hulu
Kok tasuo silang jo salisiah
Sarato banta jo ka lami
Dibaiki sajo jo nan elok
Itu banamo urang panghulu
Dalam bahasa Minangkabau, ada huruf mati yang dihilangkan atau dipertukarkan, misalnya dalam perkataan habis. huruf h dihilangkan dan huruf s diganti dengan huruf h sehingga menjadi abih, manis menjadi manih, hangus menjadi anguih.
Ada juga beberapa daerah menghilangkan r pada suku kata kedua, umpamanya garam menjadi ga-am, beras menjadi bareh atau ba-eh dan sebagainya.
Di daerah Pariaman, suku kata atau perkataan "nya" diganti dengan huruf hidup e. umpamanya kapan dia kemari? menjadi bilo wak e kama-i?, roman apa romannya menjadi coman a coman e.
Dalam bahasa Minangkabau ada bunyi majemuk yang terdiri dari vokal u dan a (ua), u dan i (ui) i dan e (ie) a dan i (ai). Vokal kedua dalam bunyi majemuk itu pendek sekali dan kurang sempurna bunyinya, disebut dengan vokal pelancar. Vokal ini seharusnya dinyatakan dengan vokal yang bertanda (pepet) di atasnya.
Perubahan Bunyi Morfem Awal
Misalnya:
Per-pa
pertinggi
patinggi
perantau
parantau
ter-ta
tertipu
tatipu
tergoda
tagoda
te-ta
telanjang
talanjang
terusan
tarusan
ber-ba
berlimau
balimau
berjudi
bajudi
be-ba
beban
baban
belang
balang
ke-ka
kenyang
kanyang
kelam
kalam
me-ma
melipat
malipek
meletus
malatuih
men-man
mencetak
mancetak
mencontoh
mancontoh
mem-mam
membelai
mambelai
membisu
mambisu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar